UKM Indonesia

Catatan UKM Indonesia

Tips Bijak dalam Menggunakan Paylater Untuk Kebutuhan

Teknologi digital membuat semua hal dirasa sangat dimudahkan. Hampir semua hal bisa dilakukan dan dikendalikan hanya dalam satu genggaman. Istilah cashless atau pembayaran non tunai, telah menjadi tren kekinian yang sudah banyak diterapkan oleh berbagai kalangan, terutama kaum muda. Akses pelayanan terbuka bagi siapapun. Pelayanaan cashless saat ini tidak hanya lagi sebatan menggunakan kartu debit atau kredit yang disediakan oleh Bank, kemajuan teknologi semakin mempermudahnya. Kini dalam genggamanmu, melalui media gadget yang canggih dan akses yang praktis, bukan hanya Bank saja, kini pelayanan perbankan banyak di handle oleh perusahaan platform digital, baik untuk pemberian akses pembayaran hingga peminjaman uang.

Bijak Penggunaan Pay-later dengan Tips Mudah

Kini kamu bisa mengenalnya dengan istilah Pay-later. Pay-later merupakan jenis pembayaran kekinian yang padahal di dalamnya memiliki konsep berhutang. Para marketer dari aplikasi layanan Pay-later ini menggoda penggunanya dengan kemudahan yang ditawarkan dengan adanya istilah “kemudahan beli dan pesan (produk) sekarang, bayarnya bisa nanti atau bayarnya belakangan”. Namun, kamu perlu hati-hati dengan adanya kemudahan ini jangan membuat kamu terlena. Jika dirasa kondisi keuangan kamu masih tergolong pas-pasan dan kamu tidak pandai mengontrol diri dalam penggunaanya kamu bisa terjebak dalam hutang loh!

Di tengah perdagangan barang berbagai produk yang semakin marak dan hadirnya kemudahan ini jangan membuat kamu terjerumus pada sifat konsumtif. Kamu perlu bijak dalam mengatur dan mengelola keuangan. Jadikan kemudahan yang ada kini sebagai bentuk pertolongan di tengah dana pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan, jangan jadikan hal tersebut sebagai peluang kamu mempergunakannya untuk hal-hal yang menjadi keinginan saja. Berikut artikel ini membahas tentang sikap bijak yang dapat kamu ambil dalam penggunaan pay-later untuk penuhi kebutuhan kamu.

1.  Tentukan Tujuan Berbelanja

Kamu perlu menentukan tujuan yang jelas dalam membeli suatu barang. Kamu perlu menentukan skala prioritas. Belilah barang-barang yang memang menjadi bagian dari kebutuhan. Hindari pembelian produk yang tidak memiliki kepentingan, karena akan menjadi hal yang mubazir atau tidak berguna. Terkadang kondisi keuangan setiap bulan dan keperluan ada kalanya tidak stabil, banyak hal yang tidak terduga baik dari sisi pengeluaran dan pemasukan yang kadang banyak terpotong biaya lainnya. Oleh karena hal tersebut, kamu perlu memperhitungkan segala kemungkinan terjadi dengan menentukannya dalam skala prioritas dan tujuan yang jelas dalam hal belanja dan memenuhi kebutuhan kamu.  

2.  Mengerti Skema Pembayaran Pay-later beserta pembayaran bunganya

Skema pembayaran masing-masing dari platform pemberi layanan Pay-later biasanya berbeda antara satu sama lain. Contohnya perihal waktu cicilan, jumlah cicilan, dan besaran bunga yang harus dibayarkan. Sebelum kamu melakukan transaksi atau penerimaan layanan pay-later kamu perlu perhatikan syarat dan ketentuannya. Terkait hal itu, biasanya sebelum mengaktifkan system berlangganan kamu akan disuguhkan laman semacam kontrak perjanjian yang harus kamu setujui. Perhatikanlah poin per poin di dalamnya agar kamu tidak terjebak dalam permainan kontrak yang bisa jadi akan merugikan salah satu pihak.  

3.  Lihat legalitas layanan pay later yang digunakan

Setelah kamu memperhatikan skema pembayaran dan bunga yang ditawarkan oleh sebuah platform layanan pay-later, jangan lupa lihat legalitas perusahaannya. Perlu diketahui bahwa suatu platform atau aplikasi yang terbit dan layak digunakan oleh pengguna perlu mendapat izin yang sah dari pemerintah terkait, contohnya dalam hal penerbitan izin operasi aplikasi berbasis layanan keuangan harus mendapat izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem kerja aplikasi bersama data para pengguna akan diawasi oleh OJK ini demi menjamin keamanan.

4.  Mengetahui Batas Kemampuan dalam Membayar cicilan

Perlu diketahui dan disadari bahwa kemampuan setiap orang pasti berbeda-beda. Sama halnya dalam ekonomi atau keuangan, tentunya kamu perlu menyadari hal tersebut. Jangan cepat memutuskan dan mengikuti tren lingkungan sekitar, ketahui kemampuan ekonomi kamu. Sistem pembayaran Pay-later biasanya menggunakan cicilan per bulan, sehingga akan mengharuskan kamu melakukan pembayaran cicilan tersebut beserta bunganya. Dengan kamu telah mengetahui batasan kemampuan dalam membayar cicilan, kamu akan lebih bijak dalam menggunakannya.

5.  Hindari menunda, segera lunasi

   Jangan tunda-tunda sesuatu! Khususnya dalam hal pembayaran atau pelunasan piutang contohnya Pay-later. Sifat atau kebiasaan menunda ini akan membahayakan kamu, karena sistem Bunga dan denda akan semakin berlipat ganda, selain itu umumnya seorang customer service yang ditugaskan oleh perusahaan pemberi layanan akan terus meneror kamu via notifikasi maupun telpon mengingatkan kamu untuk segera melakukan pembayaran atau pelunasan. Tentu hal ini akan membuat kamu pusing dan kesal. Oleh karena itu, kamu harus tertib dalam melakukan pembayaran dan pelunasan.

Itulah beberapa tips bijak dalam penggunaan Pay-later untuk bisa membantu kamu memenuhi kebutuhan kamu. Akses pendaftaran yang mudah dan murah memang menjadikannya nya nyaman dan lebih praktis. Namun, bijak lah dalam penggunaanya ya!