UKM Indonesia

Catatan UKM Indonesia

Hal-Hal yang Tidak Perlu Dicantumkan ke Dalam CV

Tidak jarang, karena keinginan lolos tahapan rekrutmen dari sebuah perusahaan yang menjadi impian, Anda melakukan banyak cara dan memasukan berbagai informasi pada CV (curriculum vitae), padahal tidak semua informasi tersebut diperlukan.

Biasanya yang tercantum di dalam CV adalah data diri Anda sampai dengan pengalaman dan juga pendidikan. Tetapi dari semua itu ada beberapa yang sebenarnya tidak perlu diberikan, berikut ini adalah informasi tersebut :

Hal-Hal Tidak Penting Pada CV

Supaya Anda terhindar dari kesalahan dalam pembuatan CV, silahkan simak beberapa tips penting dibawah ini. 

  • Tentang Pengalaman Kerja

Biasanya agar dapat menarik perhatian dari pihak recruiter, secara tidak sadar kebanyakan orang akan memberikan berbagai jenis informasi tentang pengalaman bekerja. Sebenarnya wajar saja, namun dengan catatan, informasi tersebut memang berhubungan dengan posisi yang Anda inginkan pada perusahaan tempat melamar pekerjaan.

  • Alamat Rumah

Amanda Augustine seorang career advice expert mengatakan bila mencantumkan alamat rumah secara lengkap pada CV, sebenarnya tidak diperlukan. Karena menurutnya, akan lebih baik bila Anda memasukkan alamat media sosial, nomor handphone, serta alamat email ke dalamnya.

  • Tentang Hobi

Anda tidak perlu memberikan informasi mengenai hobi di dalam CV. Karena hal tersebut memang tidak memiliki kaitan dengan pekerjaan, malah akan membuat penilaian pada Anda menjadi buruk.

Namun, bila hobi yang Anda miliki memang berkaitan dengan pekerjaan incaran dan cukup menarik. Tidak ada salahnya untuk dicantumkan. Ingat, hanya apabila minat tersebut sama atau dapat mendukung pekerjaan Anda.

  • Kebohongan Tentang Pekerjaan atau Prestasi

Biasanya agar dapat menarik perhatian dari pihak recruiter, banyak sekali pelamar yang memberikan informasi tidak benar atau tidak bisa diketahui kebenarannya bahkan mengarah pada kebohongan.

Rosemary Haefner yang merupakan Kepala HR di CareerBuilder mengatakan jika sebagian besar pelamar sering kali melampirkan informasi bohong di dalam CV mereka. Hal ini tentunya akan membuat penilaian terhadap Anda menjadi negatif. 

  • Tahun Lulus dari Universitas

Menurut Catherine Jewel, seorang penulis buku yang berjudul “New Resume, New Career” menjelaskan bila informasi yang terkait dengan tahun kelulusan sebenarnya tidaklah penting. Malah data ini dapat merugikan, apalagi jika Anda ternyata melamar pada posisi yang tinggi.

Bila pihak perusahaan mengetahui Anda merupakan lulusan muda, maka mereka akan melakukan standar ganda ketika interview dan screening. Walau sebenarnya Anda memiliki potensi sesuai yang perusahaan butuhkan.

  • Alamat E-mail yang Berlebihan

Anda pasti pernah remaja dan mengalami masa transisi ketika ingin diakui keberadaannya, namun karena itu telah lampau ada baiknya Anda tinggalkan dan lihatlah masa depan yang akan Anda tempuh.

Karenanya sebaiknya hindarilah hal-hal tersebut, salah satunya adalah dengan mengganti alamat email Anda dengan format yang lebih formal. Semisal, biasanya Anda menggunakan kelinci cute(@)gmail.com diganti menggunakan nama Anda sendiri.

  • Nomor Kontak Bisnis

Seorang ahli bernama Eli Amdur yang berasa NorthJersey.com mengatakan bila tidak perlu mencantumkan nomor telepon bisnis dalam CV. Anda harus dapat membedakan nomor bisnis dengan pribadi, ini bertujuan agar Anda tidak merasa bingung ketika menerima panggilan.

  • Informasi Mengenai Pekerjaan atau Pendidikan yang Tidak Up To Date

Karena terlalu ingin meraih posisi di dalam perusahaan yang di incar, para pelamar akan memasukkan segala informasi tentang dirinya terkait dengan pendidikan, pekerjaan sampai dengan kegiatan magang yang pernah dilakukan semasa kuliah.

Informasi ini tidaklah relevan bila dicantumkan pada CV, karena sebenarnya recruiter hanya ingin mengetahui tentang informasi yang up to date. Setidaknya masukkan pengalaman atau informasi 10 tahun terakhir.

  • Informasi Tentang IPK

Hampir sebagian besar perusahaan saat ini tidak lagi memperdulikan tentang IPK dari para pelamar ketika kuliah. Karena itu hindarilah mencantumkan nilai IPK Anda pada CV, lantaran informasi tentang nilai memang tidak relevan.

Mencantumkan nilai IPK di dalam CV akan terasa wajar jika Anda merupakan fresh graduate. Namun, bila Anda telah lulus beberapa tahun lalu dan pernah bekerja. Sebaiknya hilangkan niat Anda menuliskan informasi ini pada lamaran pekerjaan.

  • Informasi Mengenai Pekerjaan yang Dilakukan Dalam Waktu Singkat

Memang tidak salah bila Anda mencantumkan informasi tentang pekerjaan yang sebelumnya pernah Anda kerjakan. Namun, sebaiknya lebih selektif dalam menuliskan hal tersebut. Anda dapat memberikan keterangan pekerjaan yang sesuai dengan posisi incaran pada perusahaan tempat Anda melamar.

Hindari menuliskan pengalaman kerja yang dilakukan hanya pada waktu singkat. Karena hal tersebut dapat membuat pihak perusahaan berpikir jika Anda tidak mudah beradaptasi atau merasa bila Anda tidak memiliki komitmen pada pekerjaan.

Itulah tadi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu Anda cantumkan pada curriculum vitae. Karena memang belum tentu informasi Anda tersebut merupakan suatu hal yang  dibutuhkan oleh pihak perusahaan. Ingat untuk membuat lamaran pekerjaan sebenar-benarnya tanpa dilebih-lebihkan bahkan berbohong.